RSS

e leraning sebuah inovasi

e learning merupakan sebuah inovasi dalam dunia pendidikan.

e learning merupakan sebuah inovasi dalam dunia pendidikan.

Deskripsi

Istilah Information and Communication Technology (ICT) suatu istilah yang biasa digunakan dalam jaringan global saat ini. Dalam kehidupan keseharian, setiap orang selalu menggunakan ICT sebagai media komunikasi dan bahkan media pembelajaran. Di berbagai lembaga pendidikan saat ini, ICT bukanlah barang asing. Dengan ICT proses pembelajaran belangsung efektif dan efisien walau dalam ruang yang sangat terbatas. Dengan ICT proses pembelajaran jarak jauh pun dapat terjadi. Salah satunya adalah munculnya e-learning/ online learning. Hadirnya e-learning/ online learning diyakini dapat mengatasi masalah pendidikan khususnya di Indonesia yang dengan keragaman suku bangsa, adat dan budaya serta letak geografis terbentang luas dari sabang sampat maruke, dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 250 juta jiwa memiliki sejarah panjang sebagai bangsa berdaulat dan merdeka. E learning menuntut siswa untuk bisa mandiri, bebas, kreatif dan inovatif, tanggung jawab, bermotivasi belajar tinggi, serta mampu dalam menggunakan teknologi.
–          Analisis proses pendifusian e learning
Saluran komunikasi
Guru menggunakan pembelajaran e learning dengan cara meng-upload materi pembelajaran maupun modul pembelajaran di situs/web pembelajaran yang dibuat oleh guru, sehingga siswa dapat mempelajarinya dengan membuka web tersebut. Selain itu, siswa juga dapat mencari materi yang terkait melalui internet (alamat web lain) jika materi yang di-upload oleh guru kurang lengkap. Dengan begitu akan mempermudah siswa maupun guru dalam proses pembelajaran. Strategi pembelajaran didasarkan pada komunikasi tiga arah: pertama, komunikasi antara guru (teacher) dengan pembelajar (learner); kedua, komunikasi antara pembelajar dengan sumber belajar; dan ketiga, komunikasi di antara para pembelajar melalui web tersebut (fasilitas chat) atau e mail, dsb.
selengkapnya
Waktu
Dari segi waktu, pendifusian pembelajaran e learning membutuhkan waktu yang tidak lama. Karena kebanyakan masyarakat telah mengenal yang namanya dunia internet, pastilah kita pernah membuka apa yang namanya web, ataupun yang paling familiar di dunia kita adalah jejarig sosial, seperti facebook,twitter, dsb.
System sosial
System sosial di sini yang paling berpengaruh dalam pendifusian e learning adalah guru dan peserta didik, tanpa adanya guru (pendidik) dan peserta didik, PJJ tidak akan bisa berjalan. Karena mereka adalah faktor terpenting dan harus ada dalam sebuah pembelajaran, termasuk PJJ.
–          Factor penghambat pendifusian e learning
PJJ masih sulit jika diterapkan di Indonesia, karena ada berbagai faktor yang menghambat inovasi PJJ ini, seperti : faktor biaya, isu infra struktur, penguasaan teknologi, sosial budaya masyarakat Indonesia serta faktor teori belajar yang mendasarinya.
Factor biaya
Biaya bisa menjadi penghalang terhadap penerimaan teknologi yang baru (PJJ). Bila biaya yang dikeluarkan lebih besar dari hasil pemakaian teknologi atau manfaat teknologi, maka dapat menjadi faktor penghambat dalam adopsi teknologi pembelajaran.
Isu infra struktur
Ketersediaan atau akses kepada peralatan dan perangkat lunak dapat menjadi suatu faktor yang besar di dalam mengadopsi teknologi baru. Kesediaan waktu individu mungkin tidak mengizinkan mereka untuk menggunakan teknologi baru kecuali jika itu adalah siap tersedia.
Faktor penguasaan teknologi:
Meskipun perkembangan akan teknologi di Indonesia sangat pesat, namun masih banyak masyarakat yang minim akan informasi tentang teknologi bahkan tidak mampu untuk menggunakan teknologi (kita sering menyebutnya dengan “gaptek” atau gagap teknologi. Sedangkan PJJ jaman sekarang dapat diterapkan dengan menggunakan teknologi, dalam hal ini internet.
Faktor sosial budaya:
Budaya Indonesia yang menjunjung tinggi sikap sosial dan kerjasama menjadikan masyarakatnya sulit untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (online learning) yang menuntut kemandirian. Kita merasa takut jika tidak dianggap di masyarakat sekitar jika kita terlalu sibuk dengan dunia maya (dalam hal ini on line learning).
Factor psikologis
Mental masyakat yang belum siap mandiri. Artinya kebanyakan masyarakat kita masih bergantung bahkan menjadi pengikut orang lain, dalam hal ini peserta didik belum bisa belajar jika tidak ada guru/tutor yang mengajar secara tatap muka (konvensional). Karena belum adanya kesadaran untuk belajar secara mandiri dan belum menyadari bahwa belajar itu penting bagi dirinya sendiri, dengan kata lain motivasi dari dalam diri masyarakat kita dalam belajar masih sangat kurang. Sehingga budaya pengikut dan budaya ketergantungan melekat di dalam diri masyarakat kita. Selain itu adanya rasa enggan karena merasa sudah cukup dengan keadaan yang ada, tidak mau repot, dan ketidaktahuan tentang PJJ.
Faktor yang berkaitan dengan teori belajar
Dilihat dari banyaknya teori belajar yang tersedia, selama ini Indonesia masih menerapkan teori belajar behavioristik, yaitu menganggap bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku yang dapat diamati dan menganggap bahwa otak anak itu sebagai wadah yang kosong yang harus diisi sama seperti gurunya (stimulus – respon). Ini menyebabkan anak untuk selalu mengikuti dan mencontoh apa yang dikatakan dan dilakukan guru, seperti pepatah jawa yang mengatakan “guru = digugu lan ditiru”. Anak menjadi tidak menghargai perbedaan bahkan menjunjung tinggi keseragaman. Jika ada yang bebeda itu dianggap salah.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: